Transformasi Makna dan Peran Tominaa dalam Upacara Pemakaman Tradisional Di Toraja; Suatu Analisis Budaya Dan Spiritual
Keywords:
Transformasi, Tominaa, Aluk Todolo, Rambu Solo’Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis transformasi makna dan peran Tominaa dalam upacara pemakaman tradisional di Toraja dari masa ke masa. 2) Mengidentifikasi transformasi peran Tominaa dalam upacara pemakaman tradisional di Toraja serta bagaimana masyarakat Toraja memaknai dan merespon transformasi tersebut. 3) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan transformasi peran Tominaa dalam konteks budaya dan spiritual masyarakat Toraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran dan makna Tominaa dalam upacara pemakaman tradisional di Toraja telah mengalami transformasi seiring dengan masuknya agama Kristen dan perubahan sosial. Dahulu, Tominaa memiliki otoritas penuh dalam ritual pemakaman sebagai pemimpin spiritual dan adat, tetapi dengan hadirnya pendeta dan pemuka agama Kristen, peran tersebut bergeser menjadi lebih simbolis sebagai penjaga tradisi dan identitas budaya. (2) Masyarakat memberikan respons yang beragam terhadap perubahan ini, dengan sebagian menerima sebagai bentuk adaptasi budaya, sementara yang lain khawatir akan hilangnya nilai-nilai adat. Meskipun beberapa elemen Aluk Todolo mulai ditinggalkan, masyarakat Toraja terus berupaya menyeimbangkan antara modernisasi dan pelestarian budaya. (3) Pergeseran peran dan makna Tominaa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan kepercayaan, globalisasi, modernisasi, serta perkembangan ekonomi. Akibatnya, peran Tominaa beralih dari pemimpin spiritual utama menjadi figur yang lebih simbolis dan adaptif terhadap perubahan sosial, meskipun tetap memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya Toraja.