Analisis Anak Putus Sekolah di UPT SMPN 25 Kepulauan Selayar di Desa Karumpa Kecamatan Pasilambena
Keywords:
Anak, Putus Sekolah, Karumpa, PasilambenaAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1) bagaimana gambaran siswa putus sekolah di UPT SMPN 25 Kep. Selayar di Desa Karumpa Kec. Pasilambena. 2) menganalisis apa penyebab anak putus sekolah UPT SMPN 25 Kep. Selayar di Desa Karumpa Kec. Pasilambena. 3) menganalisis upaya yang di lakukan untuk mengatasi penyebab anak putus sekolah pada Siswa UPT SMPN 25 Kep. Selayar di Desa Karumpa Kec. Pasilambena. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi dengan analisis data deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak- anak putus sekolah pada jenjang SMP, orang tua/wali anak putus sekolah, dan kepala sekolah. Metode pengambilan data di peroleh dengan wawancara, dokumentasi dan mengidentifikasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1).gambaran siswa putus sekolah di UPT SMPN 25 Kep. Selayar di Desa Karumpa Kec. Pasilambena. Dapat dilihat dari indikator sebagai berikut : (a) Hobi bermain/Bergaul serta pengaruh negatif dari teman sebaya (b) Rendahnya minat belajar. 2). penyebab anak putus sekolah UPT SMPN 25 Kep. Selayar di Desa Karumpa Kec. Pasilambena. Dapat di lihat dari indikator (a) kesulitan ekonomi keluarga, (b) kurangnya dukungan orang tua, (c) Menikah di usia dini (d) tidak adanya dukungan emosional, (e) minimnya kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan, serta (f) keterbatasan akses terhadap beasiswa dan bantuan pendidikan. Setiap faktor tersebut saling berkaitan dan memperparah risiko anak meninggalkan pendidikan formal. 3). upaya yang di lakukan untuk mengatasi penyebab anak putus sekolah pada Siswa UPT SMPN 25 Kep. Selayar di Desa Karumpa Kec. Pasilambena dapat dilihat dari indikator (1) diperlukan sinergi antara sekolah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan putus sekolah, (b) upaya penyuluhan, (c) peningkatan bantuan pendidikan, (d) pendampingan psikologis, serta (e) sosialisasi yang lebih intensif mengenai nilai penting pendidikan. Dengan pendekatan yang komprehensif, angka putus sekolah di daerah ini dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan.