Mobilitas Sosial Antargenerasi: Studi Kasus Keluarga Petani Di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep

Penulis

  • Ulfah Dwi Juniarti Prodi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar
  • Dalilul Falihin Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar
  • Muhammad Zulfadli Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar

Kata Kunci:

mobilitas sosial, antargenerasi, keluarga petani

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1) Bentuk mobilitas sosial antargenerasi pada keluarga petani di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, 2) Faktor-faktor terjadinya mobilitas sosial antargenerasi pada keluarga petani di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, 3) Saluran mobilitas sosial yang dilakukan anak petani sebagai upaya dalam melakukan mobilitas sosial antargenerasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria petani padi yang mempunyai pekerjaan sampingan di luar dari sektor pertanian, serta anak petani yang telah menyelesaikan pendidikan formal. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga petani di Desa Bulu Tellue terdapat tiga bentuk mobilitas sosial, yaitu mobilitas vertikal ke atas (menjadi tenaga kesehatan, anggota TNI, dan bekerja di sektor industri), mobilitas vertikal ke bawah (tidak memiliki pekerjaan atau kehilangan pekerjaan), dan mobilitas horizontal (tetap bekerja di sektor pertanian atau bidang lain status setara dengan orang tua). Mobilitas sosial anak petani dipengaruhi oleh faktor struktural seperti ketersediaan lapangan kerja, dan faktor individu seperti pendidikan, keterampilan, dan motivasi. Keterbatasan ekonomi dari sektor pertanian mendorong mereka mencari pekerjaan yang lebih stabil dan menguntungkan. Selain itu, pengalaman langsung di dunia pertanian membentuk pola pikir baru, sehingga anak petani memilih sektor lain yang dinilai lebih menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan. Saluran mobilitas sosial yang paling efektif meningkatkan status sosial adalah pendidikan formal, diikuti dengan jalur masuk angkatan bersenjata, kewirausahaan, serta koneksi dan jaringan sosial. 

File Tambahan

Diterbitkan

2025-12-03

Cara Mengutip

Juniarti, U. D., Falihin, D., & Zulfadli , M. (2025). Mobilitas Sosial Antargenerasi: Studi Kasus Keluarga Petani Di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep. Jurnal Edukasi Sosial Sains, 1(2), 110–119. Diambil dari https://pustaka.jurnalkita.my.id/index.php/jess/article/view/22

Terbitan

Bagian

Table of Contents

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>