RESISTENSI DAN KONFORMITAS DI KALANGAN SISWA SMP 35 SINJAI UTARA : PENDEKATAN TEORI KRITIS SEKOLAH FRANKFURT
Kata Kunci:
Resistensi, Konformitas, Sekolah FrankfurtAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji bentuk-bentuk resistensi yang muncul di kalangan siswa SMP Negeri 35 Sinjai Utara, 2) menganalisis bentuk-bentuk konformitas yang ditunjukkan siswa dalam lingkungan sekolah, dan 3) mengeksplorasi faktor-faktor sosial, budaya, dan institusional yang mempengaruhi terjadinya resistensi dan konformitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) resistensi siswa muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu resistensi simbolik (seperti modifikasi seragam, penggunaan bahasa nonformal, dan penggunaan telepon genggam secara tersembunyi), resistensi struktural (seperti keterlambatan, pelanggaran aturan, dan penolakan terhadap instruksi), serta resistensi tersembunyi (kepatuhan semu dan rendahnya keterlibatan dalam proses pembelajaran). 2) Konformitas siswa terbagi menjadi konformitas normatif yang didorong oleh kebutuhan akan penerimaan sosial, konformitas instrumental yang didasarkan pada pertimbangan pragmatis seperti menghindari hukuman atau memperoleh imbalan, serta konformitas ideologis yang mencerminkan internalisasi nilai dan norma sekolah dalam kesadaran siswa. 3) Dinamika resistensi dan konformitas dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu tekanan kelompok sebaya, nilai-nilai budaya lokal, dan kekuasaan institusional yang dijalankan oleh sekolah.
Dalam perspektif Teori Kritis Mazhab Frankfurt, resistensi merupakan bentuk respons siswa terhadap dominasi simbolik dan rasionalitas instrumental dalam sistem pendidikan, sedangkan konformitas mencerminkan proses reproduksi ideologi melalui mekanisme institusional. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena relasi kekuasaan yang melibatkan proses kontrol, negosiasi, dan agensi siswa.